About Japan

Etika yang perlu diketahui ketika jalan-jalan di Jepang

Masyarakat Jepang dikenal dengan tingkat sopan santun tinggi, mempunyai sikap ramah yang menjadikan alasan untuk wisatawan nyaman mengunjungi Jepang. Tetapi, banyak pula wisatawan yang khawatir jika melakukan hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan saat di Jepang.


Sumber : Treat.ID


Meskipun wajar untuk memiliki kekhawatiran ini, hal penting yang perlu diingat adalah bahwa masyarakat Jepang tidak berharap terlalu tinggi para wisatawan untuk mengetahui semua kebiasaan dan perilaku mereka.

Jika hendak bepergian ke Jepang, akan lebih baik lagi untuk mengetahui dan mempelajari setidaknya beberapa etika dan perilaku yang seharusnya diterapkan saat berada di Jepang. Terutama apabila ini merupakan kali pertamanya Anda mengunjungi Jepang.


Etika Ketika Bertemu Orang Lain

Mengucapkan salam. Orang Jepang mengekspresikan sopan santun dengan mengucapkan salam, atau Asiatsu, ketika bertemu. Salam dipandang penting untuk segala situasi, baik antara rekan kerja, orang asing ataupun teman dan kerabat sendiri. Sapaan “konnichiwa!” yang berarti “halo” akan biasa terdengar ketika sahabat Improve berada di Jepang. Sapaan tersebut juga umum digunakan untuk menyapa orang yang belum dikenal sebelumnya.

 

Menjabat tangan versus membungkukkan badan. Jabat tangan adalah hal yang tak biasa dilakukan di Jepang, karena mereka biasanya tak akan menyentuh orang yang baru dikenal. Sebagai gantinya, orang Jepang biasanya membungkukkan badan. Jabat tangan hanya dilakukan antara orang-orang yang sudah saling kenal baik.


Etika Ketika Makan

Menggigit makanan dan menaruhnya kembali. Jangan lakukan ini di Jepang. Menggigit makanan lalu menaruhnya kembali di piring mungkin umum dilakukan di Indonesia atau negara-negara Barat, tapi tidak di Jepang. Umumnya, orang Jepang menyajikan makanan yang bisa dimakan dalam sekali lahap, sehingga tak perlu digigit. Namun jika makanan terlalu besar, sahabat bisa memotongnya dengan garpu atau pisau. Jika sedang mengunyah makanan dalam potongan besar, menutup mulut adalah tata krama yang berlaku di Jepang.

 

Mencampur wasabi dengan kecap asin. Ini adalah praktik yang lazim di Indonesia, tapi orang Jepang tidak mencampur wasabi dengan kecap asin saat makan sushi atau sashimi. Bukannya tabu, tapi melakukan hal itu akan dipandang aneh oleh orang Jepang. Cara makan yang benar adalah, ambil sedikit wasabi dengan sumpit, oleskan di atas sushi atau sashimi, baru kemudian celupkan sushi atau sashimi di kecap asin.

 

Jangan memberi uang tip. Masyarakat Jepang menghargai profesionalisme dan pelayanan yang baik dengan harga mahal, dan segala bentuk pelayanan pelanggan akan mereka lakukan dengan profesional. Memberi uang tip kepada pelayan atau staf akan menimbulkan situasi yang aneh, seakan kita menilai kinerja mereka dengan uang “recehan.” Mungkin niatnya baik, tapi ini dianggap tidak etis. Tak jarang pekerja di Jepang langsung menolak ketika diberi uang tip.

 

Etika di Tempat Umum

Jangan memberikan tempat duduk di kendaraan umum. Di banyak negara di dunia, memberikan tempat duduk kepada yang lebih membutuhkan di kendaraan umum dipandang sebagai bentuk sopan santun. Ternyata tidak demikian di Jepang. Ketika kendaraan penuh, orang Jepang tidak memberikan tempat duduk kepada orang lain
sebagai cara untuk menghormati sesama pengguna kendaraan umum. Jika sahabat memberikan tempat duduk, orang Jepang akan merasa tidak enak atau bahkan tidak dihormati.


Hal ini juga berlaku untuk tempat duduk prioritas, yang disediakan bagi orang yang membutuhkan. Orang Jepang akan merasa tak enak dan akan menolak jika seseorang bangun dan menyerahkan tempat duduknya. Namun jika sahabat ingin melakukannya—misalnya untuk orang yang sudah sepuh atau ibu hamil—berpura-puralah keluar kereta sehingga mereka tak segan untuk menduduki kursi Anda.

 

Mengambil foto orang lain. Mengambil foto tanpa izin dengan mengarahkan kamera langsung ke wajah tentu tak sopan. Tapi mengambil foto secara diam-diam atau candid tanpa diketahui orang yang bersangkutan umumnya tak jadi masalah jika fotonya tak digunakan untuk hal yang aneh-aneh. Namun jika sahabat ingin mengambil foto—misalnya wanita-wanita Jepang yang memakai pakaian tradisional, atau anak-anak muda yang sedang cosplay—meminta izin adalah cara paling aman.

 

Mengambil foto di pusat perbelanjaan atau restoran. Mengambil foto di supermarket dan pusat perbelanjaan sepenuhnya dilarang, walaupun hanya sebagai dokumentasi pribadi. Namun mengambil foto di restoran diperbolehkan, dalam batas tertentu yang tidak berlebihan dan tidak mengganggu privasi orang lain. Untuk area publik yang ramai dan di tempat-tempat wisata tertentu, penggunaan tripod seringkali dilarang.




Source

https://pqm.co.id/etika-yang-perlu-diketahui-turis-saat-jalan-jalan-ke-jepang/2

 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips agar Tidak Bosan di Masa Pandemi

Japan's food

Anime Recommendation part 2